Langsung Ke Konten Utama

Cedera Kepala, Spinal dan Dada

Hebbie Ilma Adzim, S.ST P3K | Januari 18, 2020

Berikut merupakan penjelasan mengenai cedera kepala, spinal (tulang belakang mulai dari tulang leher sampai tulang ekor) dan dada dimana berguna dalam hal P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Pada bagian tubuh tersebut terdapat organ-organ tubuh vital di dalamnya. Berikut penjelasan tersebut :

A. Cedera Kepala

Ialah semua benturan ataupun ruda paksa pada daerah kepala yang dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak baik berat maupun ringan. Secara umum penyebabnya ialah benturan benda tumpul di kepala.

Tanda-tanda Cedera Kepala

  1. Perubahan respon (dari tampak bingung hingga tidak respon/tidak sadar).
  2. Gangguan pernafasan/pola pernafasan tidak teratur.
  3. Sakit kepala/pusing yang muncul mendadak setelah benturan.
  4. Mual.
  5. Muntah. Biasanya dikenal dengan istilah muntah proyektil atau muntah yang langsung terjadi tanpa awalan dimana umumnya muntah didahului dengan perasaan tidak enak di pencernaan.
  6. Gangguan penglihatan ataupun pengelihatan ganda.
  7. Pupil (manik mata) tidak simetris.
  8. Kejang.
  9. Perubahan tanda vital (nadi dan pernafasan).
  10. Nyeri di sekitar benturan (cedera).
  11. Luka terbuka ataupun luka tertutup di daerah kepala.
  12. Pada kasus patah tulang tengkorak kemungkinan ditemui keluarnya cairan otak dari hidung ataupun telinga yang dikenal dengan istilah cairan serebrospinal.
  13. Memar pada daun telinga belakang atau dikenal dengan istilah battle sign.
  14. Memar pada sekeliling mata atau dikenal dengan istilah racoon's eyes.
  15. Kehilangan rasa dan gangguan fungsi motorik.
  16. Postur abnormal karena gangguan persyarafan.

Penanganan (P3K) Cedera Kepala

  1. Lakukan penilaian dini (respon, nadi dan nafas).
  2. Baringkan dan istirahatkan penderita.
  3. Imobilisasi kepala dan leher penderita. Jika ada benda yang menancap di kepala jangan dicoba untuk dicabut, namun berikan balutan di daerah luka. Juga jangan mencoba menghalangi aliran keluarnya cairan otak dari hidung atau telinga, namun berikan penutup kasa steril secara longgar. Apabila disertai cedera berat pada wajah, maka perhatikan jalan nafas penderita dan pastikan jalan nafas penderita terbuka (bebas).
  4. Upayakan pengendalian perdarahan jika ada namun jangan gunakan penekanan pada daerah luka apabila pada daerah luka menunjukkan adanya patahan tulang tengkorak penderita.
  5. Berikan oksigen bila ada.
  6. Tutup dan balut luka.
  7. Periksa tanda-tanda vital secara berkala (nafas dan nadi).
  8. Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

B. Cedera Spinal

Cedera spinal ialah semua cedera yang berhubungan dengan tulang belakang mulai dari tulang leher sampai dengan tulang ekor termasuk pernafasan di dalamnya.

Penyebab cedera ini umumnya disebabkan oleh benturan benda tumpul pada daerah tulang belakang, jatuh dari ketinggian, kecelakaan, dsj.

Di dalam susunan tulang belakang sendiri terdapat bumbung syaraf yang merupakan syaraf utama dari otak menuju seluruh tubuh dan sebaliknya.

Cedera spinal dapat berupa patah tulang dengan ataupun tanpa pergeseran posisi tulang, dislokasi, terkilir otot, kerusakan jaringan ikat juga terjadinya kompresi tulang. Kerusakan rongga tulang belakang bisa jadi disertai kerusakan bumbung syaraf. Penanganan yang baik meliputi pemeriksaan fungsi motorik dan fungsi sensorik penderita baik sebelum maupun sesudah mobilisasi penderita.

Tanda-tanda Cedera Spinal

  1. Perubahan bentuk pada kepala, leher ataupun daerah tulang belakang. Namun hal ini terkadang sulit dideteksi secara kasat mata.
  2. Kelumpuhan pada alat/anggota gerak.
  3. Gangguan persyarafan pada alat gerak yang dapat berupa kehilangan fungsi, lemah, mati rasa, kesemutan ataupun rasa bebal terutama di bagian bawah daerah cedera.
  4. Terdapat bagian/daerah tulang punggung yang lebih sensitif ataupun nyeri.
  5. Rasa nyeri pada saat bergerak maupun dalam keadaan diam.
  6. Hilangnya kemampuan mengendalikan buang air kecil ataupun buang air besar.
  7. Sulit bernafas dengan ataupun tanpa pergerakan dada.
  8. Priapismus (ereksi kemaluan pria secara menetap).
  9. Postur abnormal (lihat tanda cedera kepala di atas)

Penanganan (P3K) Cedera Spinal

  1. Analisa mekanisme terjadinya cedera.
  2. Lakukan stabilisasi satu garis lurus dari kepala sampai dengan leher kemudian pasangkan bidai leher bila ada (jika dirasa penderita sakit saat digerakkan, maka jangan lakukan).
  3. Lakukan penilaian dini (respon, nafas dan nadi).
  4. Berikan oksigen bila ada.
  5. Periksa fungsi motorik dan sensorik terutama pada keempat alat gerak.
  6. Usahakan penderita diimobilisasi dengan papan spinal ataupun alas keras lain sejenis.
  7. Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

C. Cedera Dada

Cedera pada dada umumnya terjadi karena tumbukan dengan benda tumpul ataupun tusukan. Cedera ini dapat mempengaruhi sistem pernafasan dan atau jantung.

Umumnya terdapat 2 (dua) jenis pembagian cedera dada, yaitu

  1. Cedera dada tertutup

    Kulit pada daerah dada tidak ikut terbuka dan umumnya disebabkan oleh tumbukan benda tumpul. Contoh : patah tulang dada tertutup.

  2. Cedera dada tertutup

    Kulit dan dinding dada terbuka serta memungkinkan adanya kontak antara udara luar dengan udara di dalam rongga dada sehingga udara luar mengikuti irama nafas atau yang lebih dikenal dengan istilah Sucking Chest Wound dimana penolong akan mendengar suara seperti menghisap dari luka.

Gejala Umum Cedera Dada

  1. Sesak nafas/sukar bernafas.
  2. Nyeri pada saat bernafas.
  3. Nyeri pada daerah cedera.
  4. Gejala lain sesuai dengan jenis cedera dada di atas.

Penanganan (P3K) Cedera Dada Tertutup

  1. Laksanakan penilaian dini (respon, nafas dan nadi) dan buka jalan nafas.
  2. Berikan oksigen bila ada.
  3. Hentikan perdarahan luar bila ada.
  4. Biarkan penderita berada pada posisi yang membuatnya senyaman mungkin.
  5. Pantau terus pernafasan penderita.
  6. Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penanganan (P3K) Cedera Dada Terbuka

  1. Laksanakan penilaian dini (respon, nafas dan nadi), jaga jalan nafas tetap terbuka.
  2. Jangan mencabut jika ada benda yang menancap.
  3. Segera tutup luka terbuka dengan penutup kedap bila ada(sangat direkomendasikan). Penutup kedap sebaiknya lebih lebar 5 cm dari luka dan apabila penderita bertambah parah, maka buka satu sisi perekat penutup kedap sehingga hanya 3 (tiga) sisi saja yang menempel pada luka.
  4. Jangan lepas apabila ada benda yang menancap.
  5. Berikan oksigen bila ada.
  6. Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Rekomendasi

Artikel Serupa

Memuat data...
Tidak ada data...

Komentar

Artikel Populer

Pengertian (Definisi) K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Pengertian (definisi) K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) umumnya terbagi menjadi 3 (tiga) versi di antaranya ialah pengertian K3 menurut F...

Rambu K3 : Kumpulan Rambu Bahaya K3 (Safety Sign)

Kumpulan rambu-rambu K3 : rambu-rambu peringatan bahaya K3 di tempat kerja yang bermanfaat sebagai manajemen visual di tempat kerja.

Kumpulan Perundang-Undangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) PDF Online Download

Perundang-undangan K3 ialah salah satu alat kerja yang penting bagi para Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) guna menerapkan K3 (Kesel...

3 Tujuan Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Tempat Kerja

Penerapan K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) memiliki 3 (tiga) tujuan dalam pelaksanaannya berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 ten...

Rambu K3 : Kumpulan Rambu Larangan K3 (Safety Sign)

Kumpulan rambu-rambu K3 : rambu-rambu larangan yang bermanfaat sebagai manajemen visual di tempat kerja.

Lambang (Logo/Simbol) K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Beserta Arti dan Maknanya

Lambang (Logo/Simbol) K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) beserta arti dan maknanya terdapat dalam Kepmenaker RI 1135/MEN/1987 tentang Be...

Materi (Slide) Dasar Dasar K3 (Keselamatan Dan Kesehatan Kerja) PDF Online Download

Materi (Slide) Dasar-Dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berfungsi untuk memberikan pelatihan (pengajaran) dasar pengetahuan dan wawa...